Pagi danSore tadi
Terasa banget sosok mama udah gaada
Biasanya kalau ku mau puasa. Entah puasa apapun itu
Pasti mama yang bangunin ku buat sahur
Dan ketika bangun. Udah ada makanan didepan
Tapi tadi pagi..
Ku dibangunkan oleh dering hp yang ku setting sebelum tidur. (karena malamnya ayah menginap dirumah ibu baruku, aku tak bisa dibangunin ayah secara langsung, hanya misscall via WA dan keadaannya data paketku ku matikan)
Ketika bangun. Ku tak lagi melihat ada makanan yang tersaji didepanku
Melainkan aku harus masak dulu untuk sahur
Dari situ aku berfikir
Betapa manjanya diriku selama ini
Apapun telah tersedia
Dan berfikir lagi. Inilah untungnya dahulu mama suka menyuruhku untuk melihat jika mama masak dan selalu mencicipi makanannya.
Agar ku bisa memahami cara memasak dan merasakan bumbu apa yang mampu menjadikan masakan menjadi enak.
Setelah makanan jadi. Ku makan sendirian.
Dan biasanya pula. Mama menemaniku makan sambil meminum secangkir kopi yang selalu ia buat karena tak biasa makan berat dipagi hari.
Siang berlalu berganti sore.
Tepat pukul 16.30 wib ku masih mengharapkan ayah pulang untuk membawa makanan
Karena dirumah gaada makanan sama sekali.
Alhasil. Aku yang bingung akan buka puasa makan apa.
Aku melihat ada sesachet bubuk puding dilemari.
Lalu ku masaklah.
Adzan pun berkumandang.
Ayah yang belum pulang juga masih ku tunggu sampai jam 18.30 wib Dan berharap ayah membawa makanan.
Jam pun terus berjalan. Hingga akhirnya jam menandakan pukul 20.00 wib.
Perutku tak tahan lagi menunggu.
Akhirnya ku masak telur (lagi)
Kenapa ku katakan (lagi) ?
Karena hampir tiap hari ku makan telur
Setelah matang. Ku langsung makan dannn sambil merenungi lagi.
Dahulu ku kalau buka puasa pasti ada makanan yang telah tersaji
Lagi lagi (telah tersaji)
Betapa manjanya aku. Betapa terlalu kurang mandirinya aku.
Sedih. Sangat sangat sedih kalau harus membandingkan seperti ini.
Aaaaaaaaaaaaa semangat rapunzel!!!!!!!
Kau pasti bisa jadi manusia yang lebih mandiri :")
Senin, 15 Mei 2017
Curhat sebelum puasa ramadhan datang
Minggu, 15 Januari 2017
Mama #curhat2
Mungkin bukan semalam, tapi malam yang sudah menjelang pagi
Aku mimpi yang entah jalan ceritanya tak bisa ku jelaskan secara berurut.
Aku mimpi, dimana aku dulu sering sekali tidur di asq tempat mama mengaja.
Tapi bedanya aku disitu datang sebagai orang asing yang memang status disitu bukan siapa2, bukan dibilang anak kepsek lagi disana.
Melainkan aku hanya main saja.
Disana guru2 nya masih terbuka bgt, masih baik banget sama aku.
Apalagi ibu yayasan disana. Dalam mimpiku, akupun juga sedang tidur dalam kursi sofa panjang.
Yang mendengar pembicaraan ibu yayasan yang intinya masih peduli sama aku.
Pokoknya mau di dunia nyata ataupun mimpi, aku berterima kasih bgt. Ibu yayasan yang dianggap mama (waktu mama masih ada) sebagai orang tuanya, memang sangat baik.
Berkelanjutan dari cerita itu, entah dari mana, aku telah memboncengi mama.
Dalam mimpiku, aku sedang mengendarai motor.
Mama yang ku boncengi memang hanya diam saja.
Aku menyuruh mama untuk memelukku dari belakang.
Sampai ku mencoba berhenti sejenak, lalu membenarkan posisi mama yang sudah mulai geser duduknya.
Lalu ku bilang "mama pegangan (meluk) yang kencang ya"
Mama disitu hanya diam karena yang ku ingat. Mama lemas sekali, dan memang tak membuka matanya disepanjang jalan itu.
Ketika ku sampai depan rumah, dan ada paman, nenek, bulek aku.
Pamanku langsung bergegas membopong (menjadi penyanggah mama berdiri).
Terlihat wajah heran dari mereka yang melihat.
Lalu ayah pun mendatangiku dan entah bilang apa
Aku yang sangat terlihat pucat dan tak bermakeup pun langsung turun dari motor dan menangis sangat amat menangis. Melihat mama yang lemas seperti itu.
Lalu ku terbangun dari mimpiku.
Tangisku terbawa sampai saat ini
Mengingat mama benar, raganya sudah tak terlihat lagi.
Akupun langsung bergegas solat karena waktu sudah pukul 05.15 wib.
Setelah solat aku melihat kamarnya yang tak biasanya lampu dimatikan jam segini, membuatku sedih.
Dulu jam segini lampu kamar selalu menyala, karena mama yang bersiap berangkat kesekolah untuk mengajar.
Entah kebiasaan pun berubah ketika mama sudah tak ada :"
Mah.. aku kangen mama..
Aku mau ke makam, tapi gaada temennya mah.
Maafkan aku mah karena jarang sekali mengunjungi tempat istirahatmu
Maafkan aku mah.. :""